Sabtu, 05 Januari 2013

cerpen


Pria Merah Maroon

Pria yang kutemui tempo hari berkunjung dalam pikiranku.  Entah apa yang ku rasakan, aku tak mengerti.  Tapi kenapa dia menyejukkan hati?  Satu hal yang membuatku selalu ingat padanya, yaitu baju merah maroon yang melekat dalam tubuhnya. Sejak hari itu aku menyebutnya pria merah marron. 
Hari terus berjalan tanpa henti, walau aku belum bisa melupakan pria merah maroon itu.  Hingga suatu hari, aku berjalan dalam indahnya pagi, mataku terpaku oleh sosok pria yang sepertinya ku ketahui.  Mataku tak berhenti untuk melihat pria itu.  Sampai akhirnya aku menyadari satu hal, yaitu dia adalah pria merah maroon yang ku kagumi.  Seperti pertama kali aku melihatnya, dia memakai baju yang berwarna merah maroon itu. Aku sangat terkejut olehnya.  Aku berkata dalam hati “ ya Tuhan siapa dia? Kenapa setiap kali ku melihatnya jantungku berdetak cepat. Apakah ini artinya aku suka dia?“.  Aku terkejut dalam lamunan saat sahabatku Monica memanggilku, Laras katanya, karena memang namaku Laras. J Akupun pulang dengan wajah bahagia.
Hari ini aku memutuskan untuk lari pagi bersama sahabatku Monica.  Aku berharap semoga hari ini aku bisa bertemu dengan pria itu lagi. Walau sebenarnya aku amat tak suka lari pagi. Karena lari pagi membuatku berkeringat dan lengket. But no problem yang penting aku bisa bertemu pria itu lagi.  Tapi takdir berkata lain, pria itu sama sekali tak terlihat. Lalu akupun pulang kerumah dengan badan penuh keringat penyesalan.
Sudah dua minggu aku tak bertemu pria merah maroon itu.   Aku sedikit kawatir dengannya.  Apakah dia sakit?   Aku takut terjadi hal buruk pada pria itu.  Aku hanya bisa berdoa semoga dia baik-baik saja.
Tak kusangka satu minggu, dua minggu,tiga minggu sampai satu bulan aku tak bertemu pria itu lagi.. L
Siang ini monica mengajakku untuk merayakan ulangtahunnya di pantai ndrinik Yogyakarta. Karna ini adalah ulang tahun ke-17 nya aku memutuskan untuk memesan kue special untuknya.  Kue sudah siap dan sekarang waktunya mempercantik diri agar sedikit terlihat menarik.
Pukul 10.00 WIB aku bersama monica sampai di pantai ndirik yogyakarta. Aku kagum dengan pantai yang sangat mempesona itu. Pantai yang sejuk, asri, bersih, dan cantik. Aku membuat kejutan untuk monica yaitu aku membawa kue tart besar untuknya. Dia terkejut olehnya. Dia tak tau aku membawa kue itu karena aku meletakan kue itu di bagasi mobilnya.
Dengan perasaan gembira, monica meniup lilin berbentuk angka 17 itu dengan senyum bahagia.  Kami berdua tak lupa untuk mengambil foto bersama di pantai cantik ini.  Cukup banyak foto yang kami ambil.  Hari yang menyenangkan ini membuatku lupa dengan pria merah maroon itu. J
Dengan tubuh yang lelah kami memutuskan untuk beristirahat di café lucu dekat pantai.  Saat aku masuk ke dalam cafe, mataku terpaku oleh sosok pria yang sangat ku ketahui. Apakah benar itu pria merah maroon?  Tak ku sangka aku bisa bertemu dengannya lagi, setelah sekian lama tak bertemu.  Kali ini dia memakai baju pink yang lucu untuknya. Aku sangat terkejut disertai bahagia karenanya.
Dia membawa kamera nicon besar di tangannya. Menurutku dia suka mengambil foto dengan objek pantai.  Seperti biasa aku melamun,  sampai monica memanggil namaku dengan cukup keras, laaaaaaaaraaaaaaaass katanya. Saat itu aku malu dan pipiku merah karena orang seisi café melihat kearah kami berdua. Aku yakin, ini pasti gara-gara suara monica yang cetarrr membahana.
Pria merah maroon berjalan melewatiku, dengan bau parfunnya yang classic, membuat tubuhku lumpuh tak berdaya.  Dia membisikan kalimat yang terdengar samar-samar di telingaku, dengan suara rendah dia berkata “ pipimu merah” .  Saat itu detak jantungku tak berirama dan darahku serasa berhenti dari peredarannya, aku kaget mendengar dia berbisik kepadaku.
Setelah selesai makan, aku memutuskan keluar dari café sendiri, karena monica pergi ke toilet untuk buang hajat. Di teras café aku sangat bahagia karena disana pria merah maroon itu berdiri dengan tegap dan tersenyum kepadaku.  Aku mencoba untuk menyapanya, dengan gugup aku melontarkan satu kata “ hai” kataku.  Dia menjawabnya dengan kalimat yang membuatku malu “ pipimu merah lagi tu “ katanya.  Mendengar kalimat itu aku gugup dan tak mampu untuk menjawabnya.  Dia melontarkan kalimat lagi “kamu suka photograpy? “ katanya. Aku menjawab “ aku suka banget”. 
Sebelum aku menyelesaikan kalimatku, dia menyodorkan tangannya dengan secarik kertas cokelat yang tak ku mengerti.  “Ini tiket buat masuk ke pameran fotoku, dateng ya “ kalimat itu terucap dari mulutnya tiba-tiba. Sebelum aku menjawab kalimat itu pria merah maroon itu pergi dengan tiba-tiba tanpa permisi.  Dia adalah pria misterius yang mengagumkan, aku sangat bahagia dapat berbincang sedikit denganya walau aku balum tau namanya. J
Hari ini adalah hari dimana pameran foto pria merah maroon itu di adakan.  Aku sangat gugup untuk datang kesana.  Aku mempercantik diri dengan menghabiskan waktu berjam-jam.  Dengan langkah pasti aku berangkat ke pameran itu dengan perasaan bahagia.  Sasampainya disana, ku tekatkan diri untuk masuk ke pameran foto pria itu.   Aku masuk dengan memperlambat jalan kakiku.  Di dalam gedung pameran terlihat banyak foto tertata dengan rapi.  Suasana classic terpancar dari interior ruangan yang simple tapi menarik.  Sama seperti pria merah maroon, sama-sama simple tapi menarik.
   Di sudut ruangan terlihat pria merah maroon sedang berbincang dengan pengunjung pamerannya.  Dia melihatku dan aku tersenyum padanya.  Saat itu aku tak berfikir apa-apa.  Tiba-tiba pria merah maroon berjalan ke arahku.  Dia menyapaku dan kami saling berbincang tanpa saling mengetahui nama satu sama lain.  Awalnya aku gugup berbincang dengannya, tapi lama kelamaan rasa gugupku hilang dan tersisa suasana keakrapan.  Sampai akhirnya dia berkata “ oh iya !! Ngomong-ngomong sejak di pantai aku belum tau namamu.  Namamu siapa? “  dia berkata dengan wajah ramah.  aku menjawab  singkat “ namaku laras mega purnama” kataku.  Dia ber kata lagi “ kenalin ya namaku Thomas satrio wicaksono”.  Saat itu aku sangat bahagia, karena akhirnya aku tau nama pria yang selama ini ku kagumi. J Tanpa mengakhiri pembicaraan tiba- tiba pria merah maroon menyodorkan tangannya dengan secarik kartu nama.
 Ku ambil kartu nama dengan nama Thomas satrio wicaksono itu.  Aku terkejut karena tiba-tiba dia pergi tanpa permisi. Dia memang pria yang misterius.
Malam setelah pameran itu aku tak bisa tidur, karena terlalu fokus memikirkan Thomas satrio wicaksono si pria merah maroon itu.  Dalam lamunanku aku teringat tentang kartu nama yang pria itu beri padaku.  Dengan cekatan kuraih dompetku dan mengambil kartu nama atas nama Thomas satrio wicaksono.  Aku terharu karena di tanganku sudah terpampang jelas nomer telephon pria merah maroon itu.  Aku bimbang dalam angan.  Akankah aku mampu menelephonnya.  Akhirnya ku kuatkan diri untuk menekan tombol hapeku 085*********  Ku tekan tombol call dan berdoa dalam hati (……. Nada sambung $@$%%) tuuuuuttt.. tuuuuttt.. tuuuuttt
085*********      : halooo
Aku                      : halooo (dag dig dug jantungku tak berirama lagi)
085*********      : siapa ?
Aku                      : emmtt laras. ( jawabku singkat)
085*********      : oh laras yang pipinya suka merah itu.
Aku                      : yee apaan sih, malu tau..
085*********      : haha iya..  piye-piye?(bahasa jawa piye=gimana)
Aku                      : gakpapa kog..  iseng aja. ngecek aktif apa enggakJ
085*********      : yaelah,, berarti gak ikhlas ni nelphonnya?
Aku                      : ikhlas kok.. yauda ya mau tidur ni ngantuk..
085*********      : oke siiipp …

          Tanpa salam aku langsung menutup telphon itu.  sebenarnya aku belum ngantuk, tapi aku gugup dan tak tau harus bilang apa lagi.
          ..  saat menjelang , hari-hari bahagia mu.
          .. aku memilih tuk diam dalam sepiku.
~ lagu sedih tak berujung itu adalah nada pesan hapeku.  Dengan cekatan ku ambil hapeku.  Tertulis “satu pesan” ku tekan tombol oke.  Aku terkejut melihat pesan dengan nama kontak Thomas.  Itu memang sms dari Thomas, aku sangat bahagia. Sms dari Thomas = “sekarang kamu pasti uda tidur, tapi gakpapa , aku cuman mau bilang besok aku tunggu kamu di taman kota .  jangan lupa jam 3 sore aku udah ada disana J”.    Tak kusadari tetes air mata bahagia berjatuhan dari mataku. Aku haru bukan karena sedih tapi karena bahagia. apakah ini mimpi. J
          Pagi ini berbeda dengan pagi biasanya.  Wajahku serasa tak mau berhenti tersenyum.  Waktu menuju jam 3 sore serasa amat lama. 
          Jam setengah 3 ku putuskan untuk mempercantik diri.  Aku menggunakan baju dress pink abu-abu kesayanganku.  Ku lihat bibirku yang berwarna merah dengan tambahan sedikit lipstick.  Aku siap untuk berangkat ke taman kota dengan perasaan bahagia.
          Sesampainya di taman kota aku duduk di kursi panjang untuk menunggu kehadiran pria merah maroon.  Jantungku berdetak kencang,serasa mau copot dari peredaran.
          Tiba-tiba sesosok pria dengan pakaian merah maroon, celana jeans hitam menghampiriku.  Setelah pria itu membuka helm ternyata dia pria merah maroon.  aku semakin gugup saat itu.  “hai” sapanya. Aku jawab dengan tersenyum.  “ mbak pipinya merah tuh” kata pria merah maroon alias Thomas. “ apaan si , aku cewek jadinya pipinya merah” jawabku.  Tanpa berkompromi dia menggapai tanganku.


 Aku kaget saat itu. “ aku mau mengajakmu kesuatu tempat” katanya.  “ kamu adalah pria yang aneh” jawabku sambil tersenyum.  “ aku memang tak suka basa-basi nona” jawabnya.
Sesaat setelah percakapan itu dia menyodorkan helm kepadaku.  Lalu dia mengajakku kesuatu tempat.  Setelah sampai di tempat yang cukup asing untukku , dia mengajakku masuk di sebuah rumah yang besar dan unik.  “ apa maksudmu mengajakku kesini? “ kataku. “ ini rumah risky sahabatku” jawabnya.  “ apa? Risky? Risky aditya?” jawabku kaget.  “ ya benar risky aditya mantan kekasihmu”katanya. “ dari mana kamu tau tentang aku dan risky?” jawabku kaget. “ risky adalah sahabat terbaikku , dan kini dia sudah pergi jauh di alamnya. Sebelum dia pergi, dia menitipkanmu padaku. Dia bilang kalau kamu adalah wanita yang sangat baik . dia menyuruhku untuk mencarimu dan menjagamu. Itu kata risky sebelum dia pergi “ jawab pria merah maroon.  “ jadi waktu di pantai, itu juga karna risky?” jawabku dengan menahan tetes air mata.  “ ya benar.  Risky memberiku foto dan alamat rumahmu, sudah hampir 2 bulan ini aku sering mengikutimu” jawabnya. “ apakah benar semua ini? Kau pria merah maroon orang yang akhir-akhir ini ku kagumi adalah sahabat orang yang pernah menyakitiku. Benarkah itu?” jawabku tegas.  “ ya benar.  Risky sangat menyayangimu.  Dia berusaha untuk menyakitimu karna dia takut kamu akan hancur setelah mengetahui bahwa dia terjangkit hiv aits” katanya pelan.  “apa ? kenapa semua ini harus terjadi padaku.  Kenapa dia tak berkata langsung kepadaku.  Kenapa aku tak bisa menemaninya di akhir-akhir hidupnya?” jawabku sambil meneteskan butir-butir air mata yang sudah tak kuat tuk ku bendung lagi.


 Dengan meneteskan butir-butir air mata yang tak bisa ku hentikan ini. Thomas si pria merah maroon menjelaskan semuanya kepadaku.  Dan memperlihatkan hasil foto wajahku yang sudah risky ambil diam-diam di detik-detik kematiannya.  Thomas berkata kepadaku bahwa sudah setahun belakangan ini risky sudah terkena penyakit hiv aits karena tranfusi darah setelah dia kecelakaan bersamaku akhir tahun lalu.  Aku sangat hancur saat mendengarnya.  Kenapa harus risky yang menanggung semua ini.  dia adalah malaikat penolongku.  Orang yang selalu menemaniku.  Mengisi setiap waktuku.
Aku merasa bersalah karena saat dia pergi aku justru memberi hatiku kepada orang lain.  Memberi hatiku kepada pria merah maroon itu. 
Aku merenungkan semua itu dalam hati.  tiba-tiba suara Thomas membangunkan ku dari renungan. “ ayoo ikut aku” kata pria merah maroon.  “ kau tak melihatkuku sedang bersedih ,, mau kemana lagi kau membawaku” jawabku dengan lirih.   “ sudah diam” jawabnya sambil menggapai tanganku.  Dia mengajakku ke suatu tempat.  Tempat yang akan membuatku semakin meneteskan air mata.
 Sekarang kami sampai di pemakaman umum dekat rumah risky. Tangan Thomas menunjuk  ke sebuah gundukan tanah dengan bunga mawar kering di atasnya.  Dengan batu nisan yang tertulis “ risky aditya”.  Melihat gundukan tanah itu aku menangis dengan seluruh sisa air mataku.  Aku tak henti memanggil nama risky, walau aku tau sebanyak apapun aku memanggilnya risky tak akan kembali ke sisiku.
Thomas menghapus air mataku.  Aku sudah tak mampu berbuat apa-apa lagi.  Tubuhku lemas, serasa tak mampu menahan berat badanku.  Terucap kata manis dari bibir pria marah maroon itu “ aku memcintaimu tulus karena tuhan, karena tuhan sudah memilihku untuk menggantikan risky di sisimu” kata manis itu keluar dari mulutnya.  “ tau apa kau tentang cinta,  aku memang menyukaimu, tapi bukan mencintaimu” jawabku.  “cinta adalah rasa saling melengkapi satu sama lain dan rasa saling menghargai, aku memilihmu karna aku yakin kau terbaik untukku , ku mohon pilihlah aku sebagai pangganti risky di hatimu”jawab  pria merah maroon yang membuatku haru dan luluh. “ ya..  aku akan memilihmu, semoga aku bisa menjadi yang terbaik untukmu, cintailah aku dengan segala kakuranganku”jawabku tulus.  Dia berteriak dan berkata” risky tolong testui kami,  aku berjanji akan menjaga bidadarimu dengan sepenuh hati” dia mengucap kalimat itu sambil mencium keningku.
         
 Inilah akhir semua penantiaku, …..
1 tahun kemudian aku dan Thomas mengikat janji suci, menjalin sebuah hubungan resmi yang penuh duka cita. 



2 bulan setelah kami menikah kami memdapatkan kabar bahwa hadir sebuah nyawa dalam diriku, aku hamil.




  8 bulan kemudian aku melahirkan anak pria yang gagah sama persis dengan ayahnya. Kami berinama dia pria merah maroon (di panggil maroon). nama yang unik, tapi membahagiakan . tak lupa kami bersyukur kepada tuhan dan berdoa untuk risky sahabat kami tercinta.






TAMAT..