Pria Merah Maroon
Pria yang kutemui
tempo hari berkunjung dalam pikiranku.
Entah apa yang ku rasakan, aku tak mengerti. Tapi kenapa dia menyejukkan hati? Satu hal yang membuatku selalu ingat padanya,
yaitu baju merah maroon yang melekat dalam tubuhnya. Sejak hari itu aku menyebutnya
pria merah marron.
Hari terus berjalan
tanpa henti, walau aku belum bisa melupakan pria merah maroon itu. Hingga suatu hari, aku berjalan dalam indahnya
pagi, mataku terpaku oleh sosok pria yang sepertinya ku ketahui. Mataku tak berhenti untuk melihat pria
itu. Sampai akhirnya aku menyadari satu
hal, yaitu dia adalah pria merah maroon yang ku kagumi. Seperti pertama kali aku melihatnya, dia
memakai baju yang berwarna merah maroon itu. Aku sangat terkejut olehnya. Aku berkata dalam hati “ ya Tuhan siapa dia?
Kenapa setiap kali ku melihatnya jantungku berdetak cepat. Apakah ini artinya
aku suka dia?“. Aku terkejut dalam
lamunan saat sahabatku Monica memanggilku, Laras katanya, karena memang namaku
Laras. J Akupun pulang dengan wajah bahagia.
Hari ini aku
memutuskan untuk lari pagi bersama sahabatku Monica. Aku berharap semoga hari ini aku bisa bertemu
dengan pria itu lagi. Walau sebenarnya aku amat tak suka lari pagi. Karena lari
pagi membuatku berkeringat dan lengket. But no problem yang penting aku bisa
bertemu pria itu lagi. Tapi takdir
berkata lain, pria itu sama sekali tak terlihat. Lalu akupun pulang kerumah
dengan badan penuh keringat penyesalan.
Sudah dua minggu aku
tak bertemu pria merah maroon itu. Aku
sedikit kawatir dengannya. Apakah dia
sakit? Aku takut terjadi hal buruk pada
pria itu. Aku hanya bisa berdoa semoga
dia baik-baik saja.
Tak kusangka satu
minggu, dua minggu,tiga minggu sampai satu bulan aku tak bertemu pria itu
lagi.. L
Siang ini monica
mengajakku untuk merayakan ulangtahunnya di pantai ndrinik Yogyakarta.
Karna ini adalah ulang tahun ke-17 nya aku memutuskan untuk memesan kue special
untuknya. Kue sudah siap dan sekarang
waktunya mempercantik diri agar sedikit terlihat menarik.
Pukul 10.00 WIB aku
bersama monica sampai di pantai ndirik yogyakarta. Aku kagum dengan pantai yang
sangat mempesona itu. Pantai yang sejuk, asri, bersih, dan cantik. Aku membuat
kejutan untuk monica yaitu aku membawa kue tart besar untuknya. Dia terkejut
olehnya. Dia tak tau aku membawa kue itu karena aku meletakan kue itu di bagasi
mobilnya.
Dengan perasaan gembira,
monica meniup lilin berbentuk angka 17 itu dengan senyum bahagia. Kami berdua tak lupa untuk mengambil foto
bersama di pantai cantik ini. Cukup banyak
foto yang kami ambil. Hari yang
menyenangkan ini membuatku lupa dengan pria merah maroon itu. J
Dengan tubuh yang
lelah kami memutuskan untuk beristirahat di café lucu dekat pantai. Saat aku masuk ke dalam cafe, mataku terpaku
oleh sosok pria yang sangat ku ketahui. Apakah benar itu pria merah
maroon? Tak ku sangka aku bisa bertemu
dengannya lagi, setelah sekian lama tak bertemu. Kali ini dia memakai baju pink yang lucu
untuknya. Aku sangat terkejut disertai bahagia karenanya.
Dia membawa kamera nicon
besar di tangannya. Menurutku dia suka mengambil foto dengan objek pantai. Seperti biasa aku melamun, sampai monica memanggil namaku dengan cukup
keras, laaaaaaaaraaaaaaaass katanya. Saat itu aku malu dan pipiku merah karena
orang seisi café melihat kearah kami berdua. Aku yakin, ini pasti gara-gara
suara monica yang cetarrr membahana.
Pria merah maroon
berjalan melewatiku, dengan bau parfunnya yang classic, membuat tubuhku lumpuh
tak berdaya. Dia membisikan kalimat yang
terdengar samar-samar di telingaku, dengan suara rendah dia berkata “ pipimu
merah” . Saat itu detak jantungku tak
berirama dan darahku serasa berhenti dari peredarannya, aku kaget mendengar dia
berbisik kepadaku.
Setelah selesai
makan, aku memutuskan keluar dari café sendiri, karena monica pergi ke toilet
untuk buang hajat. Di teras café aku sangat bahagia karena disana pria merah
maroon itu berdiri dengan tegap dan tersenyum kepadaku. Aku mencoba untuk menyapanya, dengan gugup aku
melontarkan satu kata “ hai” kataku. Dia
menjawabnya dengan kalimat yang membuatku malu “ pipimu merah lagi tu “
katanya. Mendengar kalimat itu aku gugup
dan tak mampu untuk menjawabnya. Dia
melontarkan kalimat lagi “kamu suka photograpy? “ katanya. Aku menjawab “ aku
suka banget”.
Sebelum aku menyelesaikan
kalimatku, dia menyodorkan tangannya dengan secarik kertas cokelat yang tak ku
mengerti. “Ini tiket buat masuk ke
pameran fotoku, dateng ya “ kalimat itu terucap dari mulutnya tiba-tiba.
Sebelum aku menjawab kalimat itu pria merah maroon itu pergi dengan tiba-tiba
tanpa permisi. Dia adalah pria misterius
yang mengagumkan, aku sangat bahagia dapat berbincang sedikit denganya walau
aku balum tau namanya. J
Hari ini adalah hari
dimana pameran foto pria merah maroon itu di adakan. Aku sangat gugup untuk datang kesana. Aku mempercantik diri dengan menghabiskan
waktu berjam-jam. Dengan langkah pasti
aku berangkat ke pameran itu dengan perasaan bahagia. Sasampainya disana, ku tekatkan diri untuk
masuk ke pameran foto pria itu. Aku
masuk dengan memperlambat jalan kakiku.
Di dalam gedung pameran terlihat banyak foto tertata dengan rapi. Suasana classic terpancar dari interior
ruangan yang simple tapi menarik. Sama
seperti pria merah maroon, sama-sama simple tapi menarik.
Di sudut ruangan terlihat pria merah maroon
sedang berbincang dengan pengunjung pamerannya.
Dia melihatku dan aku tersenyum padanya.
Saat itu aku tak berfikir apa-apa.
Tiba-tiba pria merah maroon berjalan ke arahku. Dia menyapaku dan kami saling berbincang
tanpa saling mengetahui nama satu sama lain.
Awalnya aku gugup berbincang dengannya, tapi lama kelamaan rasa gugupku
hilang dan tersisa suasana keakrapan.
Sampai akhirnya dia berkata “ oh iya !! Ngomong-ngomong sejak di pantai
aku belum tau namamu. Namamu siapa?
“ dia berkata dengan wajah ramah. aku menjawab singkat “ namaku laras mega purnama”
kataku. Dia ber kata lagi “ kenalin ya
namaku Thomas satrio wicaksono”. Saat
itu aku sangat bahagia, karena akhirnya aku tau nama pria yang selama ini ku
kagumi. J Tanpa mengakhiri pembicaraan tiba- tiba pria merah maroon menyodorkan
tangannya dengan secarik kartu nama.
Ku ambil kartu nama dengan nama Thomas satrio
wicaksono itu. Aku terkejut karena
tiba-tiba dia pergi tanpa permisi. Dia memang pria yang misterius.
Malam setelah
pameran itu aku tak bisa tidur, karena terlalu fokus memikirkan Thomas satrio
wicaksono si pria merah maroon itu. Dalam
lamunanku aku teringat tentang kartu nama yang pria itu beri padaku. Dengan cekatan kuraih dompetku dan mengambil
kartu nama atas nama Thomas satrio wicaksono.
Aku terharu karena di tanganku sudah terpampang jelas nomer telephon
pria merah maroon itu. Aku bimbang dalam
angan. Akankah aku mampu
menelephonnya. Akhirnya ku kuatkan diri
untuk menekan tombol hapeku 085*********
Ku tekan tombol call dan berdoa dalam hati (……. Nada sambung $@$%%)
tuuuuuttt.. tuuuuttt.. tuuuuttt
085********* :
halooo
Aku :
halooo (dag dig dug jantungku tak berirama lagi)
085********* :
siapa ?
Aku :
emmtt laras. ( jawabku singkat)
085********* :
oh laras yang pipinya suka merah itu.
Aku :
yee apaan sih, malu tau..
085********* :
haha iya.. piye-piye?(bahasa jawa
piye=gimana)
Aku :
gakpapa kog.. iseng aja. ngecek aktif
apa enggakJ
085********* :
yaelah,, berarti gak ikhlas ni nelphonnya?
Aku :
ikhlas kok.. yauda ya mau tidur ni ngantuk..
085********* :
oke siiipp …
Tanpa
salam aku langsung menutup telphon itu. sebenarnya
aku belum ngantuk, tapi aku gugup dan tak tau harus bilang apa lagi.
.. saat menjelang , hari-hari bahagia mu.
..
aku memilih tuk diam dalam sepiku.
~ lagu sedih tak berujung itu adalah nada
pesan hapeku. Dengan cekatan ku ambil
hapeku. Tertulis “satu pesan” ku tekan
tombol oke. Aku terkejut melihat pesan
dengan nama kontak Thomas. Itu memang
sms dari Thomas, aku sangat bahagia. Sms dari Thomas = “sekarang kamu pasti uda
tidur, tapi gakpapa , aku cuman mau bilang besok aku tunggu kamu di taman kota . jangan lupa jam 3 sore aku udah ada disana J”. Tak kusadari tetes air mata bahagia
berjatuhan dari mataku. Aku haru bukan karena sedih tapi karena bahagia. apakah
ini mimpi. J
Pagi
ini berbeda dengan pagi biasanya.
Wajahku serasa tak mau berhenti tersenyum. Waktu menuju jam 3 sore serasa amat
lama.
Jam
setengah 3 ku putuskan untuk mempercantik diri.
Aku menggunakan baju dress pink abu-abu kesayanganku. Ku lihat bibirku yang berwarna merah dengan
tambahan sedikit lipstick. Aku siap
untuk berangkat ke taman kota
dengan perasaan bahagia.
Sesampainya
di taman kota
aku duduk di kursi panjang untuk menunggu kehadiran pria merah maroon. Jantungku berdetak kencang,serasa mau copot
dari peredaran.
Tiba-tiba
sesosok pria dengan pakaian merah maroon, celana jeans hitam
menghampiriku. Setelah pria itu membuka
helm ternyata dia pria merah maroon. aku
semakin gugup saat itu. “hai” sapanya.
Aku jawab dengan tersenyum. “ mbak
pipinya merah tuh” kata pria merah maroon alias Thomas. “ apaan si , aku cewek
jadinya pipinya merah” jawabku. Tanpa
berkompromi dia menggapai tanganku.
Aku kaget saat itu.
“ aku mau mengajakmu kesuatu tempat” katanya.
“ kamu adalah pria yang aneh” jawabku sambil tersenyum. “ aku memang tak suka basa-basi nona”
jawabnya.
Sesaat setelah
percakapan itu dia menyodorkan helm kepadaku.
Lalu dia mengajakku kesuatu tempat.
Setelah sampai di tempat yang cukup asing untukku , dia mengajakku masuk
di sebuah rumah yang besar dan unik. “
apa maksudmu mengajakku kesini? “ kataku. “ ini rumah risky sahabatku”
jawabnya. “ apa? Risky? Risky aditya?”
jawabku kaget. “ ya benar risky aditya
mantan kekasihmu”katanya. “ dari mana kamu tau tentang aku dan risky?” jawabku
kaget. “ risky adalah sahabat terbaikku , dan kini dia sudah pergi jauh di
alamnya. Sebelum dia pergi, dia menitipkanmu padaku. Dia bilang kalau kamu
adalah wanita yang sangat baik . dia menyuruhku untuk mencarimu dan menjagamu.
Itu kata risky sebelum dia pergi “ jawab pria merah maroon. “ jadi waktu di pantai, itu juga karna risky?”
jawabku dengan menahan tetes air mata. “
ya benar. Risky memberiku foto dan
alamat rumahmu, sudah hampir 2 bulan ini aku sering mengikutimu” jawabnya. “
apakah benar semua ini? Kau pria merah maroon orang yang akhir-akhir ini ku
kagumi adalah sahabat orang yang pernah menyakitiku. Benarkah itu?” jawabku
tegas. “ ya benar. Risky sangat menyayangimu. Dia berusaha untuk menyakitimu karna dia
takut kamu akan hancur setelah mengetahui bahwa dia terjangkit hiv aits”
katanya pelan. “apa ? kenapa semua ini
harus terjadi padaku. Kenapa dia tak
berkata langsung kepadaku. Kenapa aku
tak bisa menemaninya di akhir-akhir hidupnya?” jawabku sambil meneteskan
butir-butir air mata yang sudah tak kuat tuk ku bendung lagi.
Dengan meneteskan butir-butir air mata yang
tak bisa ku hentikan ini. Thomas si pria merah maroon menjelaskan semuanya
kepadaku. Dan memperlihatkan hasil foto
wajahku yang sudah risky ambil diam-diam di detik-detik kematiannya. Thomas berkata kepadaku bahwa sudah setahun
belakangan ini risky sudah terkena penyakit hiv aits karena tranfusi darah
setelah dia kecelakaan bersamaku akhir tahun lalu. Aku sangat hancur saat mendengarnya. Kenapa harus risky yang menanggung semua
ini. dia adalah malaikat
penolongku. Orang yang selalu
menemaniku. Mengisi setiap waktuku.
Aku merasa bersalah karena saat dia pergi
aku justru memberi hatiku kepada orang lain.
Memberi hatiku kepada pria merah maroon itu.
Aku merenungkan semua itu dalam hati. tiba-tiba suara Thomas membangunkan ku dari
renungan. “ ayoo ikut aku” kata pria merah maroon. “ kau tak melihatkuku sedang bersedih ,, mau
kemana lagi kau membawaku” jawabku dengan lirih. “ sudah diam” jawabnya sambil menggapai
tanganku. Dia mengajakku ke suatu
tempat. Tempat yang akan membuatku
semakin meneteskan air mata.
Sekarang kami sampai di pemakaman umum dekat
rumah risky. Tangan Thomas menunjuk ke
sebuah gundukan tanah dengan bunga mawar kering di atasnya. Dengan batu nisan yang tertulis “ risky
aditya”. Melihat gundukan tanah itu aku
menangis dengan seluruh sisa air mataku.
Aku tak henti memanggil nama risky, walau aku tau sebanyak apapun aku
memanggilnya risky tak akan kembali ke sisiku.
Thomas menghapus air mataku. Aku sudah tak mampu berbuat apa-apa
lagi. Tubuhku lemas, serasa tak mampu
menahan berat badanku. Terucap kata
manis dari bibir pria marah maroon itu “ aku memcintaimu tulus karena tuhan,
karena tuhan sudah memilihku untuk menggantikan risky di sisimu” kata manis itu
keluar dari mulutnya. “ tau apa kau
tentang cinta, aku memang menyukaimu,
tapi bukan mencintaimu” jawabku. “cinta
adalah rasa saling melengkapi satu sama lain dan rasa saling menghargai, aku
memilihmu karna aku yakin kau terbaik untukku , ku mohon pilihlah aku sebagai
pangganti risky di hatimu”jawab pria
merah maroon yang membuatku haru dan luluh. “ ya.. aku akan memilihmu, semoga aku bisa menjadi
yang terbaik untukmu, cintailah aku dengan segala kakuranganku”jawabku
tulus. Dia berteriak dan berkata” risky
tolong testui kami, aku berjanji akan
menjaga bidadarimu dengan sepenuh hati” dia mengucap kalimat itu sambil mencium
keningku.
Inilah akhir semua
penantiaku, …..
1 tahun kemudian aku dan Thomas mengikat
janji suci, menjalin sebuah hubungan resmi yang penuh duka cita.
2 bulan setelah kami menikah kami
memdapatkan kabar bahwa hadir sebuah nyawa dalam diriku, aku hamil.
8
bulan kemudian aku melahirkan anak pria yang gagah sama persis dengan ayahnya.
Kami berinama dia pria merah maroon (di panggil maroon). nama yang unik, tapi
membahagiakan . tak lupa kami bersyukur kepada tuhan dan berdoa untuk risky
sahabat kami tercinta.
TAMAT..





